TANGGAPAN SURAT TERBUKA KONTROVERSIAL HIMATIF 2020

 

Saint News – Koordinator Pusat dan Tim Kemenangan dari salah satu pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika  (HIMATIF)  2020, telah mengajukan surat terbuka untuk Pengurus Harian (PH) angkatan 2019 teknik informatika kepada Mahkamah Konstitusi Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (MKM KM-UTM), Selasa (29/12). Surat terbuka tersebut berisi tiga poin mengenai proses Pemilu raya (Pemira) HIMATIF 2020 UTM :

Pertama, sehubungan dengan persyaratan calon ketua umum dan wakil ketua umum HIMATIF 2021 yaitu foto bersama perwakilan PH empat angkatan terakhir, maka dari itu kami selaku pasangan calon merasa keberatan dengan tindakan yang dilakukan PH teknik informatika angkatan 2019 UTM yang menolak foto bersama sebagai persyaratan calon ketua umum dan wakil ketua umum HIMATIF UTM 2021 yang artinya menghilangkan solidaritas dan kekelurgaan teknik informatika dalam berdemokrasi.

Kedua, perlu diketahui draf pernyatan tersebut telah disepakati hanya untuk bukti dukungan dari setiap angkatan yang diwakilkan oleh PH, artinya penolakan tersebut (foto bersama PH) merupakan sebuah bentuk pelanggaran karena tidak semua teknik informatika 2019 menolak pasangan bakalan calon ketua umum dan wakil ketua umum HIMATIF UTM 2021 (Rizal Febri Agil Prasetya dan Abd. Muin).

Ketiga, penolakan foto bersama tersebut juga melanggar AD/ART KM UTM pasal 5 butir (3) Anggaran Dasar Keluarga Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura mengatur : “Demokratis, artinya segala aspirasi dan segala keputusan organisasi didasarkan kepada kehendak mahasiswa UTM dan dilakukan dengan prinsip-prinsip keterwakilan demokrasi secara universal.” Dan undang-undang E-Vote, tepatnya BAB II pasal 2 tentang asas penyelenggaraan pemilu E-Vote yang berbunyi :“Pemilu E-Vote dilaksanakan berdasarkan asas langsung, umum, bebas, transparent, jujur dan adil.”

Salah satu PH teknik informatika angkatan 2019 yang tidak ingin disebutkan namanya menanggapi, bahwa surat terbuka tersebut bersifat lucu. “Gini ya, surat terbuka cukup lucu menurut saya,” ucapnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa draf kriteria calon sebenarnya, bermaksud agar setiap pasangan calon (Paslon) berpamitan ke setiap angkatan melalui PH angkatan dan dibuktikan dengan foto, namun dari pihak yang bersangkutan (red : Paslon Rizal  Febri Agil Prasetya dan Abd. Muin) langsung meminta foto bersama. “ Pada draft kriteria calon itu maksud dan tujuannya agar setiap Paslon itu pamitan ke setiap angkatan melalaui PH angkatan. Buktinya dengan melalui foto bersama. Sedangkan dari pihak mereka itu langsung meminta foto bareng,” jelasnya saat dikonfirmasi via Whatsapp.

Mahasiswa teknik informatika angkatan 2019 itu juga menerangkan, sampai saat ini tidak ada tindakan kekeluargaan antara pihak bersangkutan dengan pihak PH teknik informatika angkatan 2019. “Sementara ini setelah melayangkan surat terbuka dan gugatan ke MKM, belum ada tindakan seperti itu,” terangnya.

Sementara itu, Murphy, selaku Kooordinator Pusat paslon lain juga menanggapi, bahwa dari pihaknya tidak ingin berkomentar banyak karena bukan rananhnya. “ Dari saya sendiri tidak berkomentar banyak terkait hal ini, karena itu hak pribadi dari pembuat surat terbuka,” ujarnya.

Disisi lain, hingga berita ini di terbitkan, Ach. Halimi Firdaus Z. selaku pihak yang mengajukan surat terbuka belum bisa dimintai keterangan.

Syahdan, saat reporter LPM-SAINT meminta keterangan dari pihak Komisi Pemilihan Umum Fakultas Teknik UTM (KPUM FT-UTM)  melalui WhatsApp. Sulton, selaku Ketua KPUM FT-UTM mengarahkan untuk mengkonfirmasi  ke pihak Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu). Namun, hingga berita ini diterbitakan Feri selaku Ketua Panwaslu belum memberikan keterangan. (qyn,uff, mq)

Romeltea Media
LPM - SAINT Updated at:

SEMPAT RANCU, MUSWA FT BERAKHIR DENGAN PERUBAHAN LANDASAN

 

SAINT NEWS – Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo (DPM FT UTM) menyelenggarakan musyawarah mahasiswa (Muswa) FT UTM yang bertemakan “Merekontruksi Demokrasi Kampus Demi Terwujudnya Kepemimpinan yang Berkarakter”.  Bertempat di warung kopi (Warkop) Maduratna, Rabu (22/12) pada pukul 09.00 WIB sampai dengan 22.00 WIB.

Muswa FT UTM berjalan dengan lancar, meskipun ada sedikit kendala. Namun, masih dapat teratasi oleh forum. Seperti yang di ungkapkan oleh  Pelakasana Tugas (PLT) DPM FT UTM Fikri Rolly Gunawan. “Alhamdulilah, masih terlaksana meskipun ada sedikit kendala dan masih bisa teratasi oleh forum Muswa,” ungkapnya.

Fikri Rolly Gunawan menjelaskan bahwasannya ada perbedaan pembahasan landasan anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) dan Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO) sehingga menimbulkan kerancuan. “Bahwasannya ada kerancuan dalam rundown panitia yang tertulis untuk Muswa, cuma dibacakan AD/ART dan GBHO. Sedangkan disitu (red : rundown panitia) tertulis AD/ART keluarga mahasiswa UTM (KM UTM) tapi, yang diberikan oleh panitia AD/ART FT UTM yaitu dari kongres waktu mas zahid. Disepakati barusan pakek FT dan untuk muswa kali ini hanya untuk dibaca. Sedangkan untuk kongres tahun depan mungkin bisa di kaji,” jelasnya.

Selaku presidium 1 Muswa FT UTM Kusuma Gigih Prakoso mengungkapkan hal yang senada dengan Fikri, mengenai jalannya  acara. “Untuk berjalannya acara cukup lancar meskipun disini sempat menemukan kebuntuan , tapi alhamdulilah sudah ditemukan jalan keluarnya,” ungkapnya.

Mengenai kendala penggunanaan landasan AD/ART dan GBHO, Gigih menerangkan bahwasannya hal tersebut telah disepakati oleh peserta penuh (red : peserta yang memiliki hak suara) Muswa FT UTM dan disetujui oleh presidium 1, untuk menggunakan AD/ART dan GBHO FT UTM. “ Bahwasannya AD/ART dan GBHO KM FT UTM yang akan digunakan, melalui kesepakatan peserta penuh dan penetapan presidium 1,” terangnya.

Setelah adanya kesepakatan mengenai landasan AD/ART dan GBHO, Muswa FT UTM dipending sampai besok dan dilanjut dengan agenda selanjutnya. “Jadi untuk malam ini, Muswanya di pending sampai besok. Dengan pertimbangan yaitu membuat nota kesepahaman dan mencari GBHO FT UTM, kemudian lanjut pembahasan terkait anggaran dasar, anggaran rumah tangga, GBHO. Lalu ke rekomendasi internal external dan APBO serta kriteria,” jelas Gigih selaku presidium 1.

Salah satu peserta penuh Muswa FT UTM Fahri Dzulfiqar juga memeberikan tanggapan terkait acara itu. “Menurut saya Alhamdulillah berjalan lancar, meskipun masih ada hal yang rancu. Seperti, AD/ART KM UTM dan AD/ART KM FT UTM itu yang masih bikin rancu. Semoga saja Muswa besok berjalan lancar,” ujarnya. (qyn/fhm/sayu)

 

  

Romeltea Media
LPM - SAINT Updated at:

E-FEST 2020 MENGUSUNG KONSEP BERBEDA

Saint News – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo Madura ( BEM FT-UTM) menyelenggarakan acara Engineering Festival (E-Fest) yang bertemakan “Social Charity of Engineering 2020”. Acara bertempat di warung kopi (warkop) fafa Bangkalan, pada Jum’at (20/12) pukul 18.15 sampai dengan 20.40. Dengan Iksan Skuter sebagai bintang tamu.

E-Fest tahun ini membawakan konsep yang berbeda dari tahun sebelumnya. Dilihat dari kondisi, bahwa penyelenggaraannya saat adanya pandemi Covid-19, tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan.

Samsya Riyanto Darmaji selaku Ketua Pelaksana (Ketupel) juga mengungkapkan bahwa konsep E-Fest kali ini sedikit berbeda, dikarenakan adanya pelaksanaan secara online dan offline. “Alhamdulillah, acara hari ini berjalan lancar. Ya, memang sedikit berbeda dari tahun lalu. Karena untuk mahasiswa baru (maba) itu wajib tapi lewat online, sedangkan untuk umum dibatasi secara offline,” ungkapnya.   

Samsya menambahkan, maba hanya dikenakan harga tiket masuk (HTM) 20 ribu, sedangkan untuk umum 40-50 ribu. Lalu untuk media yang digunakan adalah aplikasi zoom dan chanel youtube. “ Untuk maba kita hanya tarik 20 ribu sebagai HTM, dan yang umum dengan harga normal. Dan untuk platformnya kita gunakan zoom dan youtube,” tambahnya.

Ketupel E-Fest menerangkan, bahwasannya tidak ada sanksi khusus yang diberikan bagi maba jika tidak mengikuti E-Fest. “Sebenernya, tidak sanksi. Karena seperti acara tahun lalu. Bahwa ini merupakan lanjutan dari kegiatan Pesona. Jadi mungkin hanya ada pengurangan nilai ataupun lainnya,” terangnya.

Syahdan, untuk anggaran sendiri dikeluarkan mencapai belasan juta yang lebih banyak berasal dari HTM. “Untuk pengeluaran acara, mungkin kisaran belasan juta ya. Cuman juga sesuai dengan hasil yang diberikan. Pemasukan ada dari panitia juga, cuman kebanyakannya itu dari tiket masuk,” jelasnya.

Kemudian, Muhammad Dian Purnomo selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro FT-UTM menanggapi mengenai pelaksanaan acara E-Fest tahun ini. “Konsep sudah bagus, kendala pandemi yang membuat kurang maksimal. Konsepnya baru, karena mengenalkan setiap organisasi mahasiswa (ormawa) FT-UTM pada khalayak luas. Dan juga bagus karena bisa membuat acara diwaktu pandemic,” ungkapnya.

Disisi lain, Muhammad Alfian Reza Hidayat juga menanggapi terkait pelaksanaan E-Fest tahun ini, “Alhamdulillah, acara ini tetap ada di tahun ini. Ya, walaupun ditengah situasi yang agak kurang ajar sih,” ujar Gubernur FT-UTM.

Dipenghujung acara, kegiatan terpaksa selesai dikarenakan ada pihak terkait (red : kepolisian) menghimbau untuk menyudahi acara.

Gubernur FT-UTM pun angkat bicara mengenai hal itu. “Kami mengucapkan permohonan maaf sanget (bahasa jawa) (red : sekali/sangat), walaupun performanya kurang karena memang keadaan. Dan sebenernya kita sudah bicara dengan pihak terkait (red : kepolisian), tapi masih ya pasti diberi batasan. Dan itu juga disebabkan dari antusias penonton seperti maba yang ngotot untuk datang. Dari kita sudah melarang, dengan memberi HTM yang mahal. Tapi bagaimana, masih saja membludak,” jelasnya. (qyn/fhm/sm)

Romeltea Media
LPM - SAINT Updated at:

 
back to top